Blog ini ditujukan untuk tugas-tugas kuliah, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk tulisan yang bersifat umum.
Ferdian Faizal, Universitas Gunadarma, 2008

Friday, November 19, 2010

Gejala Bahasa

Sebagai negara yang memiliki banyak suku tentu saja banyak pula adat yang terdapat di Indonesia. Oleh karena itu Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang merupakan tujuan dari kebanyakan orang di seluruh Indonesia padat akan para pendatang dan hal itu tentu saja membuat keragaman yang terus berubah sesuai perkembangan zaman.

Keragaman penduduk tentu saja membuat masyarakat terus mencoba menyesuaikan diri akan lingkungan yang terus berkembang ini. Banyak orang yang merubah penampilan mereka untuk dapat mengikuti perkembangan. Tentu saja dalam hal berkomunikasi pun tidak lepas dari sentuhan perkembangan tersebut. Banyak sekali gejala bahasa yang terjadi, bahkan terkadang masyarakat lebih fasih untuk mengucapkan kata-kata baru daripada kata baku.

Beberapa contoh gejala bahasa tersebut adalah:

1. Alay
Alay biasa diidentikan dengan prilaku yang agak menyimpang dengan cara berpakaian yang agak kurang sedap di pandang, narsis yang berlebihan dan cara menulis yang menggunakan huruf besar dan kecil tidak pada tempatnya yang disingkat-singkat.

2. Lebay
Merupakan kata lain dari "berlebihan". Kata ini mulai populer di tahun 2006an, awalnya kata ini  dipopulerkan oleh Ruben Onshu dan Olga pada banyak acara televisi.

 3. Begichu/begicyu
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.

4. Ember
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.

5. Akika
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya. 

Berikut beberapa contoh dari gejala bahasa yang terjadi. Menurut saya tidak masalah gejala bahasa itu terjadi asalkan tidak mengarah ke arah yang tidak baik, dan yang paling penting kita harus tetap mendahulukan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

sumber : http://15meh.blogspot.com/2010/06/kamus-kosakata-anak-gaul-jaman-sekarang.html 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment